Ada orang yang mengatakan, kalau komputer tanpa internet itu bagaikan piring tanpa makanan. Nah, apa jadinya kalau kita sangat lapar di siang hari. Ambil piring di dapur. Di periuk tak ada nasi. Begitu juga sekarang, orang berlomba-lomba mengeluarkan uang dan tenaga demi suguhan dunia maya tersebut.
Semua bermula ketika ditahun 1989, Berners-Lee membuat proposal untuk proyek pembuatan hypertext secara global, yang nantinya bernama World Wide Web (WWW). Saat itu, lulusan terbaik Fakultas Fisika Queen’s College, Oxford University, London. Saat itu ia bekerja di sebuah kantor pendistribusian sistem data ilmiah CERN di Jenewa, Swiss. memulai proyeknya pada bulan Oktober 1990. Internet resmi digunakan secara luas pada jaringan internet. Dia mulai mengembangkan HTTP, URL, dan HTML untuk kemajuan teknologi web. Begitu cerita sedikit dari sang penemu maha karya tersebut. Di indonesia internet mulai mewabah di awal tahun 2000an. Yang mana internet masih tergolong mahal dan hanya di akses oleh beberapa masyarakat indonesia. Seiring dengan meningkatnya teknologi dan kebutuhan masyarakat terhadap informasi makin tak terelakkan. Provider telekomunikasi memegang sektor besar dalam peningkatan kemajuan ini. Kini orang ramai-ramai dengan mudahnya mengakses world wide web di komputer, notebook, gadget, bahkanponsel sekalipun.teknologi.
Sebuah senjata bermata dua menjelaskan pada kita semua. Dari sisi positif sangat banyak yg kita ambil. Bahkan jika tidak ada, kita hanya masih berantung kepada koran lokal dan radio. Dari sisi negatif, internet bagaikan bumerang dan bisa menjadi bom waktu bagi kita. Sektor pendidikan kita lihat, sebelum adanya teknologi ini orang berusaha mendapatkan tinjauan pustaka, sumber terpercaya dari koran, majalah, buku, bahkan ensiklopedia. menghabiskan banyak waktu di perpustakaan demi mencari sumber tersebut. Kini dengan situs mesin pencari orang hanya butuh hitungan detik untuk mendapatkannya. Ada sedikit anekdot yang cukup menarik di kalangan mahasiswa yaitu "googling-copy-edit-print". Simpel sekali. Malah banyak guru dan dosen sedikit kecewa dengan hasil makalah dan tugas para pelajar atau mahasiswa. Berasal dari sumber yang sama.
Warnet menjadi tempat hiburan yang cukup menarik dari segala umur dan golongan untuk bisa surfing demi membuka situs jejaring sosial atau bermain game online, pengguna terlena bahkan rela menghabiskan duit jajan dan makan untuk tetap bisa online berjam-jam. Tidak hanya di warnet, bahkan di tempat yang kita inginkan pun bisa. dilemanya, orang menjadi lupa waktu bahkan lupa akan lingkungannya karena mengurung diri di rumah atau warnet demi memuaskan jiwa dalam penjelajahan dunia maya. Yah, kalau tidak ada kerjaan palingan online.
Dampak buruk yang didapat jika terlalu berlebihan yaitu bagi kesehatan mata karena ketajaman mata terlalu di porsir dalam melihat monitor, tulang punggung yang tidak sehat karena masalah cara duduk, dan banyak organ lainnya yang harus kita jaga jika kita terus-terusan duduk terpaku melihat screen gadget yang kita pakai.
Belum lagi pornografi yang semakin hari semakin marak beredar. hal ini tidak terlalu kita bahas secara rinci karena internet memang memiliki indikator besar dari pengembangan bisnis blue film.Di amerika, Michelle Obama menyeru kepada ana-anak dengan slogan, "lets move!" (gerak dong!) karena anak-anak dan remaja sekarng lebih memilih menonton tv, film, online, dan pola tidur dan makan yang buruk karena pengaruh audio visual yang disunguhkan. Sangat ironis ketika 20 tahun ketika anak-anak bermain diluar dan semua hiburan tersebut terasa sangat menyenangkan. Teknologi dan informasi memang penting. tetapi jika terlalu berlebihan itu bukannya menjadi baik, tetapi malah sebaliknya. Bukankah sesuatu apapun itu menjadi tidak baik jika digunakan secara berlebihan?
No comments:
Post a Comment