Friday, 29 April 2011

Nasehatku Untukmu Wahai Alumni SMAN Plus

Hari ini adalah kenyataan, esok adalah harapan, dan kemaren adalah kenangan yang tak mungkin diulang (Mr. Ilyas, My Physics SHS Teacher) :)

Tulisan ini telas ditulis ulang oleh bapak Ilyas, Guru Fisika SMAN Plus Provinsi Riau disuatu milis grup sekolah untuk para alumni.

Anak2ku.......... (: sebagian besar sudah jadi ayah dan ibu2)

Hidup yang kamu jalani tidaklah selalu mulus, ibarat botol kosong yang dilempar kedalam lautan, kadang kala dia tenggelam seperti tak kembali, tiba-tiba dia muncul lagi di atas. Jika kamu berpegang kepada Tali Allah, kadangkala kamu di beri ujian berat, tenggelam seperti botol itu, tapi kamu akan tetap di atas walau dalam pandangan manusia tidak kelihatan, waktu akan membawa kamu kembali ke puncak.
Pernah kamu lihat tanaman anggur? Supaya dia berbuah harus dipangkas terlebih dulu seluruh daun-daunnya. Dalam menggapai kebenaran, Tuhan menguji hamba-Nya dengan derita dan kesusahan, harta kita habis seperti yang dialami oleh Nabi Ayub alaihisalam. Apa yang diambil Tuhan dari sisimu akan dikembalikan lagi dengan yang lebih baik menurut-Nya. Tuhan berjanji kepada hamba-Nya, hilang akan diganti kalaupun kurang akan ditambahi.

Janganlah engkau meminta kepada manusia karena akan mengurangi kepasrahanmu kepada Tuhan. Mintalah segala sesuatu kepada Tuhan. Sesunguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. Barangsiapa yang pasrah kepada-Nya maka Dia akan mencukupi segala kebutuhannya dan Dia akan mendatangkan rizki dari jalan yang tidak pernah kita duga.

Kita tidak bisa melawan syetan, jangankan abangnya syetan, anak syetanpun tidak bisa kita lawan. Bagaimana mau melawan sesuatu yang tidak bisa kita lihat sedangkan dia terus mengawasi kita. Tidak ada jalan keluar kecuali selalu ber zikir kepada Alloh. Karena sesungguhnya yang ditakuti syetan itu cuma Alloh semata.

Anakku.......

Pasir Putih dan Kubang adalah cikal bakal kamu menapaki dunia yang ada dihadapanmu. Tentunya denga irama yang berbeda dan dengan musik yang tidak sama kalian berjuang demi masa depan, orang tua, dan tantangan hidup serta bangsa dan negara. Nah......... yang terakhir ini memerlukan proses yang memakan waktu yang panjang. Bener apa yang dikatakan oleh oleh orang Medan, putra Inhil tersebut. Diantara kalian pasti ada yang (sangat, akan, sedang) cepat ataupun lambat.

Berhati-hati lah terhadap 3 hal yaitu : Harta, Wanita dan Tahta, karena hampir semua penempuh jalan kebenaran jatuh dalam tiga hal tersebut. Syetan masuk kepada hal yang menyenangkan. Hindarilah sifat ingin senang, ingin dipandang dan ingin menang agar kamu selamat dunia dan akhirat.

Anak-Anakku.......
Seiring dan sejalanpun belum tentu tujuan sama. Bapak ingatkan alkisah antara nabi Yusuf dan Zulaikha (mudah2an tak salah) yang semua kita pasti tahu ceritanya. Bahwa mereka sama berlari sekencang-kencangnya dalam sebuah istana, arahnya sama tapi tujuan berbeda. Yusuf lari karena menghindarkan diri dari nafsu bejat Zulaikha sementara Zulaikha lari mengejar Yusuf untuk melakukan perbuatan mesum.
Contohlah segerombolan semut yang merayap di dinding tak tentu arah, jika bertemu dengan semut yang lain selalu ada bahasa yang ia sampaikan, tetapi wahai anakku...... semut yang arahnya tadi ke Selatan tak pernah mamutar balik haluan, tetap pada tujuan semula Selatan ya tetap Selatan dan sebaliknya segerombolan yang lain.

Anak-Anakku......

Kejarlah cita-citamu nak, raihlah ilmu setinggi-tingginya namun ingat.......selalulah berserah diri pada Alloh swt. Ingatlah jasa Orang Tuamu...... yang dengan semangat tak pernah menyerah menyekolahkanmu sehingga tak memikirkan panas terik, hujan badai, bahkan...... tak pernah hiraukan darimana uang yang ia dapatkan yang penting kamu sekolah nak..... Terkadang sholatpun sering terlalaikan, itu semua demi masa depan anaknya, maka sepantasnyalah kalian membahagiakan orang tua. Bapak bicara disini selaku orang tua yang sudah mulai merasakan pahit manisnya jadi orang tua sungguhpun Dzaky (anak bapak ) belum butuh banyak biaya. Selanjutnya ingatlah guru-guru kalian, silaturrahim harus tetap dibina. Kami selaku orang yang bergaul 3 tahun di SMA ini tidak pernah berharap kedatangan kalian dengan membawa segudang hadiah dan tanda mata, mendengarkan keberhasilan kalian saja sudah segunung kegembiraan dihati kami nak....... Ingatlah ridho Alloh ada pada ridho orang tua.

Wassalam dari Bapak (pengganti Santapan Rohani ramadhan, yang jadwalnya tidak kesampaian di dengar oleh siswa2 karena keburu libur)

Maju SMAN Plus Jaya Propinsi Riau

Sebuah Kutipan penyemangat:
"Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu."

(alm. Ust Rahmat Abdullah)

No comments:

Post a Comment