Apa yang pertama kali yang anda pikirkan tentang band Queen? Acara Glee yang men-cover lagu-lagu mereka? Bohemian Rhapsody? gitar solo dari Brian May? suara melengking Freddie? Kalau saya adalah bagaimana Roger Taylor memainkan beat-beat khusus di tiap-tiap lagu mereka. Atau ada salah satu diantara yang langsung terngiang-ngiang kumis sang vokalis dan gigi tonggosnya.
Queen terbentuk pada tahun 1973 di album yang sama dengan nama bandnya tersebut. Namun di tahun 1980 orang-orang melihat Freddie Mercury tidak lagi dengan badan ceking dan rambut panjang sebahu. Ada satu hal yang unik dari sang vokalis asal Persia ini selain otot bisepnya dan potongan rambut yang lebih rapi, yaitu kumis. Ya, kumis menjadi satu hal yang tak terpisahkan dari Freddie. Apalagi sejak dunia tahu dan media mengekspos Jim Hutton sebagai pasangan gay-nya. Sebenarnya dia bukan gay, tapi biseksual.
Tak ada kata-kata yang bisa diungkapkan lagi selain keindahan kumis pentolan Queen ini. Kalau dipikir-pikir. Apa yang membuat dia bisa bernyanyi sampai 3,5 oktaf ya? Apakah dia menyimpan microchip di kumisnya? Atau kumis tadi berfungsi sebagai kamuflase atau menyembunikan gigi tonggosnya? Kumis Freddie menjadi legenda dan telah menjadi icon rockstar berkumis. Bahkan kumis seorang gitaris kelas dunia Frank Zappa sekalipun. Karena apa? Frank Zappa tidak rapi dalam merawat rambut kecilnya tersebut. Bisa jadi penyanyi yang bernama asli Farrokh Bulsara ia selalu menyiapkan gunting kecil, sisir kumis, dan cermin mini khusus untuk merapikan kumisnya sebelum pemotretan dan tampil live di tiap-tiap konser. Entahlah, kita tak tahu. Bahkan puluhan kucing-kucing piarannya sekalipun.
No comments:
Post a Comment