Kenapa harus dipisah? Kenapa tidak digabung saja. Akan lebih mudah. Menghemat waktu dan tidak ada penambahan jumlah plastik dan kertas yang terbuang. Ini bukan tulisan interpretasi lirik dari penyanyi asal pantai yang cukup dahsyat ombaknya, Pangandaran. Bukan, sangat-sangat bukan. Ini cerita ketika seseorang yang tidak masak dan harus membeli makanan di luar. Namun, karena di sini begitu banyak wanita. Wanita suka yang ribet. Wanita itu egois. Pria juga. Waria apalagi. Jika mengantri di Warteg atau Masakan Padang, menunggu antrian adalah hal yang paling menjengkelkan. Saya lebih memilih tidak begitu lama mengantri dan mencari tempat yang lebih jauh dan tempat makan lain daripada harus mengantri hampir 30 menit.
Saya lebih suka yang instan. Karena saya lelaki. Pria. Apapun namanya itu. Dan yang paling membuat saya benci ketika menunggu antrian itu adalah ketika wanita yang ingin minta pisah antara nasi dan lauk. Saya rasa ingin berontak. Bukan sok rebel ataupun sok anarki di Britania Raya. Wanita yang ingin membeli makanan dengan dibungkus dan minta dipisah antara satu makanan dengan makanan yang lain adalah wanita yang sangat “PURE” egois. Memakan waktu yang sangat lama dan membuat waktuku habis banyak. Waktu saya tak banyak hanya untuk yang tidak penting. Banyak yang penting, salah satunya adalah makan. Makan makanan yang kita bungkus barusan. Ini sedikit memiliki korelasi antara lagu Harus Terpisah dengan hal ini. Apa itu? Ya, benar. Sama-sama MENYEBALKAN.
No comments:
Post a Comment